...About This Life...

16 Oktober 2008
MEMILIKI KEHILANGAN

Kau datang dan pergi begitu saja

Semua kutrima apa adanya

Mata terpejam dan hati menggumam

Di ruang rindu kita bertemu…(Ruang Rindu- Letto)

Sepenggal bait dalam lagu Ruang Rindu yang dipopulerkan oleh Letto, Sebuah Group Band yang bersahaja dari Kota Yogya ini membawa saya pada kenangan masa lalu dengan orang-orang yang saya cintai dan sayangi. Namun kini, mereka telah meninggalkan saya. Baik mereka pergi entah kemana hingga pergi untuk selama-lamanya untuk menghadap Sang Kuasa. Saya menyadari bahwa hidup ini selalu ada PERJUMPAAN dan PERPISAHAN, hingga saya merasakan rasa memiliki tapi juga kehilangan. Walau begitu saya hanya punya harapan saya bisa bertemu dengan mereka di ruang rindu.

Dalam kisah hidup saya, saya sangat bahagia dipertemukan dengan teman-teman di jaman saya masih sekolah (dari Taman Kanak-kanak hingga Kuliah). Saat kita merasa cocok dan bisa memahami satu sama lain saya harus dihadapkan dengan acara perpisahan. Acara yang sangat saya tidak harapkan karena pasti ada air mata saat acara tersebut, saya harus berpisah dengan mereka dan tidak bisa melewati hari-hari saya dengan mereka.

Perpisahan yang mengalir begitu saja hingga saya akhirnya sadar bahwa dia telah pergi entah kemana adalah ketika saya harus berpisah dengan cinta pertama saya pada waktu saya duduk di sekolah menengah pertama. Dia adalah cinta pertama saya yang saya taksir dari kelas 1 cawu 2 hingga saya duduk di sekolah menengah atas kelas 3. Memang cukup lama saya menyukainya walaupun kami tidak sempat jadian, tapi saya cukup bahagia bisa bersamanya selama itu sebagai temannya. Bahkan saking saya sayangnya saya dengan dia, selama itu saya tidak pernah menerima cinta atau mencintai orang lain selain dia. Banyak kesan dan kenangan indah selama saya mengenalnya, tapi tiba-tiba saya harus kehilangan jejaknya. Saya tak tahu dia sekarang dimana, pernah saya mencoba mencarinya tapi hasilnya nihil. Kadang saya rindu saat saya terkenang pada masa-masa itu.

Perpisahan yang begitu menyesakkan di dalam hidup saya adalah saat saya harus berpisah dengan Eyang Uti dan Eyang Kakung saya pada tahun 2003. Kenapa begitu menyesakkan, karena mereka pergi untuk selamanya dalam waktu yang berdekatan. Eyang Kakung saya meninggal dalam waktu 100 hari setelah Eyang Uti saya meninggal. Apalagi mereka meninggal saat waktu mendekati Hari Raya Idul Fitri. Lebaran tahun itu rasanya begitu sangat hampa dan tidak berkesan sama sekali tanpa mereka. Saya sangat sedih ditinggal dan harus berpisah dengan mereka, karena mereka adalah orang yang sangat saya sayangi dan cintai. Saya tinggal dan sangat dekat dengan mereka sejak saya kecil. Perhatiannya banyak tercurah kepada saya karena bisa dibilang saya cucu kesayangan mereka, hingga membuat iri cucu-cucu yang lainnya. Hingga saat ini saya kadang merasa menyesal belum bisa membahagiakan dan membalas jasa mereka, sekedar menyenangkan mereka dengan hasil keringat saya sendiri. Banyak kenangan, nasehat, dan petuah-petuah hidup yang tidak mungkin saya lupakan untuk menjalani hidup ini hingga akhir hayat saya.

Perpisahan yang juga membuat saya sedih adalah ketika Budhe saya, Budhe Titik meninggal dunia. Saya sedih tidak hanya sekedar rasa sedih karena Budhe saya meninggal, tapi karena melihat perjalanan hidupnya yang membuat hati saya miris. Jatuh bangun dalam hidup yang beliau lalui dan kadang di pandang sebelah mata oleh orang lain yang tidak tahu akan sebenarnya yang terjadi dengan dirinya, membuat mata hati saya terbuka dan menilai hidup ini tidak adil bagi beliau. Sungguh aku sampai tidak bisa berpikir begitu berat cobaan hidup yang ditanggungnya.

Akhirnya saya menyadari bahwa mereka yang pernah singgah di dalam hati dan hidup saya adalah mereka orang-orang yang sangat berarti sekali bagi saya. Saya harus sadar dan siap menerima dengan adanya PERJUMPAAN dan PERPISAHAN di dalam hidup ini. Siap untuk kehilangan orang-orang atau apapun yang saya miliki, walau itu merupakan kesayangan dan kecintaan saya. Saya pernah memiliki maka saya harus siap kehilangan juga. Namun saya masih bersyukur karena masih ada Ruang Rindu untuk mengenang dan bertemu mereka, walau itu hanya dalam mimpi.

Label:

posted by ANGGUN PUSPITA @ 10/16/2008 09:38:00 PM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
My Life is My Love, My Happiness, My Pain, My Soul, My Dreams and My Imagine...
The Real Me

It's Me: ANGGUN PUSPITA
Live at: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Just to Say: Saya orang yang apa adanya dan ga suka yang neko-neko...saya tidak peduli dengan penilaian atau yang orang pikirkan tentang saya, karena saya hidup tidak dengan penilaian mereka.That's it!!
Let's See My Profile
..QUOTES..

Life is a blank page. Each person holds their pen and writes their own story.

..My Mood..
My Unkymood Punkymood (Unkymoods)
..Anggun's Facebook..
Profil Facebook Anggun Puspita
Story Box
Turn Back Time
Partnership Link
My Favorite
Recent Comments
COMMENT, PLEASE...???

ShoutMix chat widget
My Heart Singing


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com

Site Meter
Go To Chat
Idwebtemplate.com
Virgo for Today
Guest From...
Powered by

BLOGGER