...About This Life...

30 Januari 2009
ANGGUN

“Saya bangga memiliki nama yang sama dengan dengan idola saya ANGGUN C SASMI”


Melihatnya muncul akhir-akhir ini di layar televisi, baik di acara musik ataupun talkshow menjadi obat kerinduan saya padanya. Siapa yang tak kenal Anggun Cipta Sasmi ? saya yakin pasti semua mengenalnya. Anggun mengawali kariernya sekitar tahun 1986, ketika dia berumur 15 tahun. Kata mama saya, Anggun muncul ketika saya berumur 2 tahun, dan saat itu orang-orang mulai memanggil saya dengan Anggun C Sasmi (Halah...?!) tapi untungnya saat Anggun mulai tenar saya sudah lahir, jadi alasan orang tua saya ngasih nama saya Anggun bukan karena latah lho...? Saat itu dia merilis album Dunia Aku Punya (1986). Kemudian namanya semakin melambung ketika dia membawakan lagu Tua-Tua Keladi (1990). Saya ingat sekali pada waktu itu saya masih duduk di taman kanak-kanak tapi saya bisa menyanyikan lagu Tua-Tua Keladi setiap lagu itu diputar ataupun video klipnya tayang di televisi. Seperti ini liriknya,’...mengaku bujangan/ kepada setiap wanita/ ternyata cucunya segudang...’ Hahaha...ternyata sejak dulu udah ada lelaki seperti itu ya? Aku pikir lelaki seperti itu cuma ada di lagunya Ratu yang judulnya Lelaki Buaya Darat.


Sukses di Indonesia tidak membuat Anggun puas. Tahun 1994 Anggun memutuskan meninggalkan semua yang ada di Indonesia untuk hijrah ke luar negeri yaitu di Kota Perancis. Disana dia berhasil mempelajari selera pasar Perancis dengan me-launching album berbahasa Perancis dengan titel Au Nom de la Lune (1997). Kerja keras yang tak sia-sia, bukan? Untuk mewujudkan mimpi dan meraih kesuksesan. Kesuksesan yang diraih Anggun tak membuatnya lupa pada tanah air yang telah membesarkan namanya. Kini Anggun datang lagi ke Indonesia untuk kesekiankalinya untuk mempromosikan album barunya yang berjudul Elevation (2009) dengan single Jadi Milikmu (Crazy) dan Stronger. Selain itu, alasannya datang ke Indonesia karena dia ditunjuk sebagai brand ambassador salah satu produk shampoo dan susu kesehatan tulang.


Hebat bukan? Prestasi yang telah diraih oleh ibu dari satu putri bernama Kirana Cipta Sasmi Montana buah cintanya dengan suami keduanya yang berkebangsaan Perancis itu. Berbagai award telah diraihnya, bahkan gelar sebagai diva internasional pun sudah disandangnya. Itulah alasan mengapa saya sangat mengidolakannya dan mengaguminya sebagai seorang idola sekaligus seorang perempuan yang telah berhasil. Anggun yang saya kenal dan saya tahu tetap Anggun yang dulu. Anggun yang suaranya tetap merdu, tidak neko-neko, apa adanya, low profile, dan down to earth, tapi bisa menunjukkan hasil usahanya dan kemampuannya kepada semua orang. Jejak Anggun memang perlu saya ikuti dalam meraih mimpi, cita-cita, dan harapan saya. Tadi waktu melihat Anggun hadir di acara Bukan Empat Mata di Trans7, ada kata-kata Anggun yang bisa saya petik, yaitu ‘kita bisa meraih dan mewujudkan mimpi dengan berusaha, berkemauan keras, berdoa, dan tidak perlu gembar-gembor, karena yang penting adalah hasilnya yang pasti’


It’s Amazing...!!! I Love You...Anggun!!!

Label: , , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 1/30/2009 01:20:00 AM   2 comments
04 Januari 2009
Aku Ingin Merubah Nasibku

Ada pepatah bilang, “ TUHAN tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.”

Seperti itulah yang ingin aku lakukan saat ini. Mengubah nasibku adalah resolusiku di tahun ini, rencanaku saat ini, dan project yang ingin aku jalankan. Semangatku ini timbul karena aku ingin meraih masa depanku yang lebih cerah. Aku ingin sesuatu yang lebih baik daripada yang aku jalani saat ini. Aku sadar bahwa pelajaran dan pengalaman yang aku alami selama ini membuatku mengerti dan bangkit bahwa tidak selamanya aku harus begini dan terlena dengan keadaan ini.

Kejadian kemarin-kemarin ketika aku beberapa kali gagal dalam usahaku kuakui itu karena aku kurang berusaha, aku terlalu pasrah dengan keadaan, sehingga akhirnya aku harus menerima kegagalan itu. Kegagalan itu bukan karena aku tidak bisa atau tidak mampu, tapi karena aku tidak mau berusaha lebih keras.

Sekarang aku bertekad untuk berusaha lebih keras lagi dengan belajar lebih giat, memperluas wawasan dan pengetahuan dari apa yang ingin aku pelajari, karena kuakui belajar itu tidak berhenti begitu saja ketika aku sudah lulus dari sebuah tingkatan atau jenjang pendidikan atau pun sudah mengantongi selembar ijasah. Aku harus terus belajar...belajar...dan belajar untuk meningkatkan kualitas dan kemampuanku, karena belajar itu tidak ada batasan usia dan sangat luas maknanya. Selagi aku masih punya kesempatan aku akan memanfaatkan kesempatan itu dan menciptakan sebuah kesempatan untuk menjadi ada.

 

Dan penentu terakhir dari usahaku adalah berdoa kepada TUHAN yang Maha Memungkinkan, karena semua yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin bila TUHAN berkehendak (99 % manusia berusaha, 1% TUHAN menentukan, maka apa mau di kata). Maka dari itu, berdoa adalah jalan terakhir yang harus dilakukan untuk menyempurnakan keinginanku dan tentu pula disertai dengan kepasrahan dan optimistis bahwa sukses akan kuraih.

Semoga di tahun ini ada perubahan yang terjadi pada diriku sesuai yang aku harapkan. Aku ingin hidup menjadi manusia yang berguna, bermanfaat, dan berarti. Bukan menjadi manusia yang hanya sekedar ingin hidup untuk bertahan hidup. Selain itu, aku juga ingin membuat orang tuaku bangga kepadaku. Aku ingin membalas segala pengorbanan yang mereka berikan kepadaku. Semoga TUHAN mendengar apa yang aku harapkan dan inginkan. Amien. 

Label: , , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 1/04/2009 10:42:00 PM   1 comments
10 Desember 2008
Mereka Juga Punya Harapan

Tidak terasa sebentar lagi sudah tahun baru. Itu berarti tahun ini sudah hampir berakhir. Jadi ingat harapan-harapan untuk tahun ini, kira-kira ada yang terkabul nggak ya? Tapi kali ini saya nggak mau ngomongin tentang harapan-harapan saya di tahun ini yang terkabul atau nggak, yang terkabul saya bersyukur, yang nggak terkabul...whatever!!!

Ini tentang penugasan beberapa hari lalu, untuk membuat vox pop atau profil masyarakat sekitar tentang harapan mereka di tahun 2009 mendatang. Orang-orangnya bebas, dari petinggi hingga rakyat biasa, dari pejabat hingga pengangguran. Intinya, saya harus mewawancarai sekitar 10 sampai 15 orang dengan profesi yang berbeda dengan konsep, “nama saya...pekerjaan saya...di tahun 2009 nanti saya berharap...” seperti itulah kira-kira mereka harus sampaikan. Awalnya saya pikir itu gampang, namun prakteknya nggak segampang seperti yang saya pikirkan, apalagi cuma dikasih waktu 2 hari. Kenapa saya jadi berpikir nggak gampang, karena kita harus cari narasumber yang beda dengan yang lainnya dan vox pop ini harus terkumpul 2009 orang dari berbagai profesi di seluruh Indonesia untuk disiarkan di akhir tahun nanti.

Seharian saya muter-muter kota cari ‘target operasi’ siapa yang kira-kira mau menyampaikan harapannya dan bisa masuk televisi secara gratis. Target pertama adalah Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang menyampaikan harapannya agar di tahun depan tidak ada bencana di Jawa Tengah, kemudian Ibu Wakil Gubernur yang punya harapan mengurangi angka pengangguran, terus...polisi lalu lintas, supir angkutan, tukang sayur, tukang parkir, tukang becak, mahasiswa, dan buruh. Dari pagi sampai sore baru dapat 9 orang.

Sepertinya susah banget cari 15 orang dalam sehari saja kok nggak bisa. Masalah sebenarnya adalah mengarahkan mereka untuk menyampaikan harapannya dengan konsep diatas dan hal yang saya kira gampang itu menjadi tidak gampang bagi mereka, apalagi mereka harus ngomong di depan kamera. Macam-macam reaksi dari mereka ada yang mukanya tegang, ada yang nervous sampai lupa mau ngomong apa, ada yang diulang beberapa kali baru bisa, sampai-sampai saya harus tersenyum, tertawa, hingga jengkel, tapi juga nggak tahu harus berbuat apa. Namun, Alhamdulillah lancar untuk hari pertama.

Dari penugasan tersebut pelajaran yang dapat saya petik adalah ternyata mereka juga harapan-harapan yang menurut saya simpel dan tidak muluk-muluk sesuai dengan profesinya, misalnya polisi lalu lintas punya harapan para pemakai jalan harus mematuhi peraturan lalu lintas, supir angkutan punya harapan agar BBM nggak naik lagi atau kalau bisa turun terus, tukang sayur berharap dagangannya laku biar dia bisa balik modal, tukang parkir berharap bisa membiayai sekolah anaknya supaya anaknya nanti nggak jadi tukang parkir seperti dia, mahasiswa berharap uang kuliah nggak mahal-mahal dan kuliahnya cepat selesai, dan buruh berharap upahnya sesuai dengan UMK.

Bagi saya setiap manusia punya harapan itu sesuatu hal yang wajar, berarti mereka masih punya kemauan untuk mencapai harapan-harapannya itu. Meskipun harapan mereka akhirnya nanti mentok menjadi sebuah harapan kosong. Soal terkabul atau tidaknya harapan itu sih, wallahualam bi sawab...Only God Knows!!

Lalu apa harapan saya sendiri untuk tahun 2009 nanti? Yang pasti saya berharap agar tahun depan menjadi lebih baik daripada tahun ini, yang sulit menjadi mudah, yang jauh menjadi dekat. Intinya saya ingin menjadi seseorang yang hidup bahagia dan bisa mencapai kebahagiaan saya. Amin.

Label: , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 12/10/2008 03:46:00 PM   0 comments
My Life is My Love, My Happiness, My Pain, My Soul, My Dreams and My Imagine...
The Real Me

It's Me: ANGGUN PUSPITA
Live at: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Just to Say: Saya orang yang apa adanya dan ga suka yang neko-neko...saya tidak peduli dengan penilaian atau yang orang pikirkan tentang saya, karena saya hidup tidak dengan penilaian mereka.That's it!!
Let's See My Profile
..QUOTES..

Life is a blank page. Each person holds their pen and writes their own story.

..My Mood..
My Unkymood Punkymood (Unkymoods)
..Anggun's Facebook..
Profil Facebook Anggun Puspita
Story Box
Turn Back Time
Partnership Link
My Favorite
Recent Comments
COMMENT, PLEASE...???

ShoutMix chat widget
My Heart Singing


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com

Site Meter
Go To Chat
Idwebtemplate.com
Virgo for Today
Guest From...
Powered by

BLOGGER