...About This Life...

29 Januari 2009
The Alchemist...Mencari Impian

Kegelisahan, keresahan, dan kekesalan yang saya alami akhir-akhir ini membuat saya menumpahkannya pada tulisan, baik di buku diary, pada postingan blog, bahkan status di facebook. Sebenarnya semua itu bukan berarti saya mau show off, namun hanya dengan sarana itu saya bisa melakukannya dan ada sedikit kelegaan ketika saya bisa menorehkan kata-kata itu . Di status facebook saya akhir-akhir ini selalu bertuliskan “NO COMMENT!”, “sedang mencari jalan keluar…”, “mencari celah baru…semoga berhasil!” seolah-olah begitu banyak tanda tanya yang tidak bisa saya jawab. Begitu banyak keinginan, impian dan harapan yang ingin saya raih, namun juga ada masalah-masalah yang membebani pikiran saya hingga saya bingung dan tak tahu harus bagaimana.


Dari status di facebook yang saya tulis itu ternyata mengundang simpati dari salah satu teman di web community tersebut. Sebenarnya saya sih nggak minta simpati dari orang lain, apalagi meminta orang lain berkomentar atas apa yang saya rasakan. Cuma saya merasa kok ada yang masih peduli atas apa yang saya alami, walaupun dia nggak tahu persis apa yang sedang saya alami saat ini. Jadi, mungkin itu kali gunanya facebook sebagai sarana berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama di dunia maya, dan menurut saya memang menguntungkan.


Setelah ngobrol-ngobrol lewat web community tersebut, dia mengirimkan pesan cerita tentang The Alchemist. Membaca pesannya seolah-olah saya sedang didongengi oleh nenek saya pada waktu saya kecil dulu, karena setelah nenek saya mendongeng beliau selalu menyampaikan pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Ada ketenangan dalam batin saya setelah membaca pesan cerita tersebut. Ada pesan yang bisa saya ambil untuk hidup saya termasuk dalam menghadapi pergumulan yang sedang saya alami saat ini. Pesan cerita yang teman saya kirimkan kepada saya seperti ini…


Anggun, aku tak tahu apa yang tengah kaucari. Tapi cerita ini bisa kau renungkan.



Paulo Cuelho adalah penulis Brazil yang sangat populer setelah menulis The Alchemist. Di kamus, alkemis adalah orang yang punya kepandaian seperti filsuf dan paham alkimia, dan bisa mengubah logam menjadi emas.

Kisah terjadi di Spanyol (kalau tak salah Tenerife) dengan tokoh anak lelaki penggembala bernama Santiago. Bocah ini biasa menggembalakan domba secara berkeliling, mencari padang-padang rumput.

Suatu malam, dia dan domba-dombanya bermalam di sebuah puing gereja tua. Dia tidur di bawah pohon sikamor dekat altar. Di situ dia bermimpi bahwa ada harta karun di bawah sebuah piramida di Mesir. Dia tak percaya, tapi tetap pergi ke peramal. Si peramal meminta bagian kalau mimpi itu jadi kenyataan.
Sebenarnya Santiago ragu-ragu. Sebab, dia terpikat pada anak gadis pembeli bulu domba tempat Santiago biasa menjual bulu dombanya.
Akhirnya dia pergi setelah menjual semua dombanya. Uang itu dia pakai untuk menyeberang ke Maroko. (Dari Tenerife ke Maroko hanya menyeberang Selat Gibraltar atau Jabaltarik). Dari Maroko dia akan melakukan perjalanan darat ke Mesir. Di Maroko, dia ditipu seseorang. Uangnya ludes dan dia menyesali keputusannya pergi. Frustrasi, dia melihat sebuah toko antik yang menjual barang-barang dari kaca. Dia mencoba peruntungan dengan menawarkan diri sebagai pekerjanya. Si pemilik yang kebetulan lagi sepi jualannya tak segera menerimanya. Tapi ia merasa Santiago membawa keberuntungan. Karena begitu si bocah gembala datang, datang pula beberapa pembeli yang berbulan-bulan tak pernah dirasakan si pemilik toko. Santiago hanya meminta bayaran sedikit yakni untuk ongkos kembali ke Spanyol.
Dua tahun di situ dan si pemilik tak mau tidak membayar Santiago. Dan toko itu berkembang pesat karena banyak kafilah mampir. Ada percakapan yang menarik antara dia dengan pemilik toko perihal IMPIAN.
Santiago bercerita ingin pergi ke Mesir tapi nasib malangnya hanya membuat dia jadi pelayan di situ. Si pemilik bercerita bahwa dia ingin naik haji ke Mekkah kalau ada uang. Tapi begitu dia punya uang dia tak menunaikan keinginan itu. Santiago bertanya,"kenapa tuan?"
"Kalau saya pergi dan berhasil naik haji, saya tak lagi punya impian. Saya merasa hidup dengan impian itu."

Ya, itu menarik. Santiago sendiri akhirnya memutuskan untuk tak lagi bermimpi tentang harta karun di piramida. Dia berkehendak menjadi gembala lagi setelah bisa membeli domba dari bayarannya selama dua tahun.
Dua tahun berlalu dan si bocah hendak kembali ke Spanyol, menjadi gembala dan menemui anak gadis si pencukur domba. Tapi ketika hendak pulang, di tengah jalan dia berpapasan dengan kabilah yang hendak ke padang pasir.
Singkat cerita, dia ikut dalam karavan dan banyak kisah menarik terutama mengenai perang padang pasir dan kehidupan di oase.
Pada suatu oase, dia bertemu Fatima, gadis Arab dan merasa jatuh cinta. Dia merasa telah menemukan harta karun yang dia cari. Dia ingin tinggal di situ dan menikahi Fatima. Tapi lalu dia bertemu dengan Sang Alkemis yang dengan pandangan-pandangan filsafatnya mendorong Santiago mewujudkan mimpinya pergi ke Mesir.
Ada banyak peristiwa fantastis. Tapi singkatnya, Santiago pergi ke Mesir dengan membawa sebongkah emas yang dibuat Sang Alkemis. Sampai di sebuah piramida, dia mulai menggali.
Lalu datang dua orang yang merampok emas miliknya.Dia tidak dibunuh, dan salah seorang perampoknya bertanya mengapa Santiago melakukan pekerjaan gila mencangkuli pasir piramid.
Santiago menjawab, "Saya bermimpi ada harta karun di bawah piramida ini?
Dua Perampok itu tertawa. salah seorang berkata, ''Bodoh benar orang yang melakukan perjalanan sangat jauh hanya karena mengikuti impiannya. Dua tahun lalu, saya tidur di bawah piramida ini, dan bermimpi ada harta karun di bawah pohon sikamor pada puing gereja tua di Spanyol. Tapi aku tidak bodoh untuk pergi ke sana."

Mendengar itu, Santiago yakin, di mana dia harus mencari harta karun itu.
Dia pulang ke Spanyol (tidak diceritakan prosesnya tapi pembaca bisa membayangkan kesulitan yang dia alami). Dan benar, di bawah pohon sikamor ada tumpukan harta karun. Sekian ratus keping mata uang kuno emas, sebuah topeng emas, dan lain-lain yang merupakan peninggalan zaman Inquistadores (zaman ketika Spanyol melakukan invansike beberapa negara di Amerika Latin).

Dengan kekayaan itu, Santiago tahu ke mana harus pergi. ke Fatima, harta karunnya yang paling utama...


Bayangkan Nggun, bagaimana seandainya Santiago tidak ke Mesir, dia tidak akan tahu bahwa di bawah tempatnya tidur dan bermimpi tentang harta karun itulah sebenarnya harta karun itu.
Ya, tapi untuk mendapatkan sesuatu orang memang mesti mencari, kalau dia tak mencari, tak bakal dia menemukan "HARTA KARUN" itu.
Jadi, nggun. Ikutilah mimpi kita yang pasti tak mudah...



Yah, kira-kira seperti itulah pesan cerita yang dia kirimkan kepada saya. Membaca cerita itu hati saya mulai tergugah dan semangat saya mulai bangkit untuk meraih impian saya. Saya mulai berpikir banyak jalan yang harus saya jalani dan hadapi di dalam hidup ini. Dan orang-orang yang tidak sengaja saya temui di dunia ini, baik di dunia nyata ataupun dunia maya adalah memang orang-orang yang juga sangat berarti di dalam hidup saya.


Jadi, inti cerita dan pelajaran yang dapat saya petik dari kisah The Alchemist tersebut adalah bahwa mimpi yang kita anggap sebagai bunga tidur itu sebenarnya bisa menjadi kenyataan jika kita mau berusaha untuk mencari dan mencapainya. Dengan semangat dan doa pastinya, tanpa kita sadari mimpi kita bisa menjadi kenyataan. Dan tetap yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


Untuk temanku, Thanks banget yah Bro…?!

Label: , , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 1/29/2009 12:12:00 AM   2 comments
22 Januari 2009
...???

Pagi ini, Rabu (21/1) dalam perjalanan ketika berangkat kerja hatiku rasanya tidak tenang. Ada sebuah kekesalan dan kekecewaan yang masih tersisa dari kejadian semalam. Kejadian itu benar-benar membuat hatiku terpukul dan tidak terima sebagai seorang perempuan. Melihat kejadian semalam aku hanya bisa diam. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, mulutku tertutup rapat dan tidak bisa mengeluarkan satu patah kata apapun atau bahkan melakukan sebuah pembelaan. Seolah hatiku telah beku dan tidak bisa merasakan apa yang sedang terjadi...tangis itu...sakit itu...pilu itu...perih itu. Walaupun sebenarnya aku sangat tahu alasannya kenapa aku kecewa dan kesal.

Pagi ini, kejenuhan masih juga menjadi sahabat dalam menjalani hari-hariku. Aku ingin hari ini cepat berlalu dan membawa pergi kejenuhan dari hari-hari sebelumnya. Aku ingin cepat berganti hari sampai jadi besok...begitu terus setiap hari.

Namun, kenyataannya setiap pagi yang harusnya diawali dengan rasa syukur dan rindu untuk mengisinya dengan hal-hal berarti...karena kejenuhan itu akhir-akhir ini aku harus mengeluh karena harus menjalani rutinitas yang sama, harus menghadapi ketidakpastian yang sama setiap hari, ketidakjelasan yang aku alami, capek yang sama, pusing yang sama...

Sampai-sampai aku harus dibayangi oleh rasa takut, rasa cemas, dan tidak nyaman dalam menjalani hariku. Ya Allah...parah banget ya? Trus apa makna hidupku? Trus bagaimana aku bisa menjadi manusia yang lebih berguna dan berarti? Trus apa yang bisa aku perbuat untuk orang-orang disekelilingku? Trus bagaimana aku harus membuktikan kepada orang-orang yang aku sayangi? Trus apa yang bisa aku kasih untuk orang-orang yang sayang sama aku?

Anyway, semoga ini tidak selamanya...mudah-mudahan ini hanya sekedar keluhan seseorang yang mencari bentuknya, dan mudah-mudahan ini hanya karena kejenuhan sesaat. Semoga saja ya...?!

Label: , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 1/22/2009 12:30:00 AM   4 comments
20 Desember 2008
Love is...

Love is when my smile looks beautiful whenever I remember his face

Love is when my eyes are amazing since he is the only one I see

Love is when I think about him every second I have

Love is when I don’t want to lock my heart as I believe in him with all my heart

Love is when he was always there when I need him

Love is when he always know what is under

Love is when what I think is always the same with what he think

Love is when he differs with other men

Love is when I love him and he loves me too...

Label: , , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 12/20/2008 12:47:00 AM   0 comments
15 Desember 2008
CONFESSION OF MY BROKEN HEART

Begitu banyak kisah dan pengalaman yang pernah terjadi di dalam hidup saya, baik itu manis atau pahit semua mengalir dan terjadi. Semua pelajaran itu saya sikapi dan saya terima dengan kelapangan hati. Seringkali saya terlalu egois dan melakukan sesuatu hanya dengan perasaan saja tanpa berpikir dengan akal sehat. Saya tidak peduli dengan kata orang lain atau mungkin hati kecil saya mengenai apa yang sedang saya jalani itu salah atau benar dan memikirkan resiko yang akan saya terima nantinya. Namun, begitu saya sadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah, kepalang sudah terjadi. Sebagai manusia biasa saya hanya bisa merasa bersalah dan menyesal. Kesalahan tidak mungkin dapat terhapus dan sakit hati pasti saya rasakan dan tidak mungkin berubah lagi. Secara sadar atau tidak, saya sudah menyakiti orang lain atau bahkan menyakiti diri saya sendiri.

Saya hanya bisa mengakui kesalahan saya dan meminta maaf, karena sudah menyakiti perasaan orang lain. Walaupun akhirnya mereka mau memaafkan saya atau tidak, tapi saya yakin pasti ada perubahan yang terjadi di dalam kepala dan hati mereka tentang saya. Namun, ketika ada seseorang menyalahi atau menyakiti saya. Saya pasti akan memaafkan orang tersebut siapapun orang itu. Bagi saya memaafkan itu adalah hal yang mudah. Bahkan sebelum orang itu meminta maaf kepada saya atas apa yang mereka perbuat, saya pasti akan memaafkan mereka. Tapi, untuk melupakan apa yang telah orang itu lakukan kepada saya, mungkin itu yang tidak mudah. Waktu pasti akan menyembuhkan, tetapi bekas luka yang tertoreh pasti tidak akan hilang.

Secara sadar dan tidak sadar, orang-orang yang pernah menyakiti saya dan membuat hati saya luka menjadi salah satu bagian yang penting dalam hidup saya. Entah dalam arti negatif atau positif. Tapi, saya harus berterima kasih kepada mereka, karena tanpa kehadiran mereka saya menjadi sadar sudah tersakiti dengan sedemikian rupa dan karena mereka jugalah saya belajar menjadi tegar.

Pada akhirnya saya hanya bisa kembali kepada TUHAN dengan berpasrah dan berserah kepada-Nya. Memohon petunjuk dan bimbingan-Nya agar diberikan jalan yang terbaik bagi hidup saya. Tetap berpikir secara logis dan menggunakan akal sehat dalam menentukan dan memutuskan segalanya. Dan yang tidak saya sadari adalah orang-orang yang selalu disamping saya, saya masih punya keluarga, saudara, teman, dan sahabat yang sangat saya cintai dan sayangi yang tanpa undangan selalu ada untuk memberikan dukungan dan solusi untuk masalah yang sedang saya hadapi, dan juga menjadi penasehat dan pendengar yang baik yang tidak dapat tergantikan oleh psikolog manapun.

Maka dari itu, saya selalu ingat bahwa saya tidak pernah sendiri dan kesepian selama orang-orang terpenting seperti mereka masih ada disamping saya dan di dalam hidup saya. Bersama mereka saya tidak pernah sendiri, dimana pun, dan kapan pun!

Label: , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 12/15/2008 10:31:00 PM   3 comments
11 Desember 2008
Angel Brought Me Here

Gila, mengapa jantungku tiba-tiba berdetak begitu kencang saat ini

Aku hanya bisa bertanya dalam hati, “apa dan siapa yang membuatku seperti ini?”

Aku tak pernah merasakan seperti ini sebelumnya

Atau mungkin pernah...tapi aku lupa dengan siapa

Semalam yang aku ingat lagu “Aku Tak Mau Sendiri” milik Bunga Citra Lestari terus mengalun dan aku menyanyikannya walau dalam hati, seperti ini kira-kira sepenggal liriknya...

Kirim aku malaikatmu/ biar jadi kawan hidupku/ dan tunjukkan jalan yang memang kau pilihkan untukku//

Kirim aku malaikatmu/ karena ku sepi berada disini/ dan di dunia ini aku tak mau sendiri//

Syair lagu ini merasuki jiwaku sampai saat ini...terus mengalun berulang-ulang di dalam pikiranku

Tuhan apa yang telah Kau perbuat untukku...apa ‘malaikatmu’ saat ini ada disekitarku?

Yang kutahu saat ini aku duduk disebelahnya, disampingnya dan dekat dengannya...

Apa memang benar ada ‘malaikatmu’ untukku yang saat ini sedang berada didekatku?

Atau hanya perasaanku saja?

Aku tidak tahu...

Vina House, 10 Desember 2008, 11:30 WIB

Label: , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 12/11/2008 12:47:00 AM   0 comments
10 Desember 2008
Mereka Juga Punya Harapan

Tidak terasa sebentar lagi sudah tahun baru. Itu berarti tahun ini sudah hampir berakhir. Jadi ingat harapan-harapan untuk tahun ini, kira-kira ada yang terkabul nggak ya? Tapi kali ini saya nggak mau ngomongin tentang harapan-harapan saya di tahun ini yang terkabul atau nggak, yang terkabul saya bersyukur, yang nggak terkabul...whatever!!!

Ini tentang penugasan beberapa hari lalu, untuk membuat vox pop atau profil masyarakat sekitar tentang harapan mereka di tahun 2009 mendatang. Orang-orangnya bebas, dari petinggi hingga rakyat biasa, dari pejabat hingga pengangguran. Intinya, saya harus mewawancarai sekitar 10 sampai 15 orang dengan profesi yang berbeda dengan konsep, “nama saya...pekerjaan saya...di tahun 2009 nanti saya berharap...” seperti itulah kira-kira mereka harus sampaikan. Awalnya saya pikir itu gampang, namun prakteknya nggak segampang seperti yang saya pikirkan, apalagi cuma dikasih waktu 2 hari. Kenapa saya jadi berpikir nggak gampang, karena kita harus cari narasumber yang beda dengan yang lainnya dan vox pop ini harus terkumpul 2009 orang dari berbagai profesi di seluruh Indonesia untuk disiarkan di akhir tahun nanti.

Seharian saya muter-muter kota cari ‘target operasi’ siapa yang kira-kira mau menyampaikan harapannya dan bisa masuk televisi secara gratis. Target pertama adalah Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang menyampaikan harapannya agar di tahun depan tidak ada bencana di Jawa Tengah, kemudian Ibu Wakil Gubernur yang punya harapan mengurangi angka pengangguran, terus...polisi lalu lintas, supir angkutan, tukang sayur, tukang parkir, tukang becak, mahasiswa, dan buruh. Dari pagi sampai sore baru dapat 9 orang.

Sepertinya susah banget cari 15 orang dalam sehari saja kok nggak bisa. Masalah sebenarnya adalah mengarahkan mereka untuk menyampaikan harapannya dengan konsep diatas dan hal yang saya kira gampang itu menjadi tidak gampang bagi mereka, apalagi mereka harus ngomong di depan kamera. Macam-macam reaksi dari mereka ada yang mukanya tegang, ada yang nervous sampai lupa mau ngomong apa, ada yang diulang beberapa kali baru bisa, sampai-sampai saya harus tersenyum, tertawa, hingga jengkel, tapi juga nggak tahu harus berbuat apa. Namun, Alhamdulillah lancar untuk hari pertama.

Dari penugasan tersebut pelajaran yang dapat saya petik adalah ternyata mereka juga harapan-harapan yang menurut saya simpel dan tidak muluk-muluk sesuai dengan profesinya, misalnya polisi lalu lintas punya harapan para pemakai jalan harus mematuhi peraturan lalu lintas, supir angkutan punya harapan agar BBM nggak naik lagi atau kalau bisa turun terus, tukang sayur berharap dagangannya laku biar dia bisa balik modal, tukang parkir berharap bisa membiayai sekolah anaknya supaya anaknya nanti nggak jadi tukang parkir seperti dia, mahasiswa berharap uang kuliah nggak mahal-mahal dan kuliahnya cepat selesai, dan buruh berharap upahnya sesuai dengan UMK.

Bagi saya setiap manusia punya harapan itu sesuatu hal yang wajar, berarti mereka masih punya kemauan untuk mencapai harapan-harapannya itu. Meskipun harapan mereka akhirnya nanti mentok menjadi sebuah harapan kosong. Soal terkabul atau tidaknya harapan itu sih, wallahualam bi sawab...Only God Knows!!

Lalu apa harapan saya sendiri untuk tahun 2009 nanti? Yang pasti saya berharap agar tahun depan menjadi lebih baik daripada tahun ini, yang sulit menjadi mudah, yang jauh menjadi dekat. Intinya saya ingin menjadi seseorang yang hidup bahagia dan bisa mencapai kebahagiaan saya. Amin.

Label: , ,

posted by ANGGUN PUSPITA @ 12/10/2008 03:46:00 PM   0 comments
My Life is My Love, My Happiness, My Pain, My Soul, My Dreams and My Imagine...
The Real Me

It's Me: ANGGUN PUSPITA
Live at: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Just to Say: Saya orang yang apa adanya dan ga suka yang neko-neko...saya tidak peduli dengan penilaian atau yang orang pikirkan tentang saya, karena saya hidup tidak dengan penilaian mereka.That's it!!
Let's See My Profile
..QUOTES..

Life is a blank page. Each person holds their pen and writes their own story.

..My Mood..
My Unkymood Punkymood (Unkymoods)
..Anggun's Facebook..
Profil Facebook Anggun Puspita
Story Box
Turn Back Time
Partnership Link
My Favorite
Recent Comments
COMMENT, PLEASE...???

ShoutMix chat widget
My Heart Singing


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com

Site Meter
Go To Chat
Idwebtemplate.com
Virgo for Today
Guest From...
Powered by

BLOGGER